Posted by: Harnoto (admin) | April 12, 2010

Ekspor Ikan Kembali Naik

Jual ikan Untuk Keperluan Ekspor Hubungi bp harnoto 02198572036/081383650665/08176667892. kami menerima pesanan ikan dari berbagai negara dan kami juga menyediakan ikan untuk konsumsi dalam negri info lebih lanjut kirim klik di http://ikanbandeng.com/

Volume ekspor ikan dari Jawa Barat pada 2009 mencapai 11.125 juta ton atau melonjak hampir dua kali lipat dibandingkan dengan kondisi 2008 yang hanya 5,89 juta ton. Selain dipicu pembukaan kembali ekspor ikan ke China setelah sempat diembargo sejak akhir 2007, beberapa pasar baru juga mulai digarap, seperti Timur Tengah dan Rusia.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jabar Ahmad Hadadi, Senin (22/2) di Bandung, mengatakan, pasar ekspor sepanjang tahun 2009 lebih dinamis daripada sebelumnya. “Ini juga hasil dari pelatihan serta pendampingan orientasi ekspor kepada eksportir-eksportir komoditas ikan. Sebab, untuk memenuhi kualitas ikan layak ekspor cukup sulit,” ia menjelaskan.

Dari pengiriman 11,125 juta ton komoditas laut pada 2009, nilai ekspor yang dihasilkan mencapai 23,846 juta dollar AS atau setara Rp 226,53 miliar. Jumlah itu naik 46 persen dibandingkan dengan nilai ekspor 2008 sebanyak 16,27 juta dollar AS.

Hadadi menyebutkan, pada 2007 China mengembargo impor hasil laut asal Indonesia karena produk Indonesia diduga mengandung toksin, patogen, dan bahan kimia berbahaya. Meskipun embargo dicabut sejak akhir 2008, realisasi ekspor ikan ke negara tersebut baru sungguh-sungguh membaik pada Maret 2009.

Selain itu, DKP Jabar juga membuka peluang ekspor ke negara-negara lain, terutama Timur Tengah, seperti Uni Emirat Arab, Mesir, dan Kuwait. Selama ini negara utama tujuan ekspor ikan Jabar adalah Jepang, Amerika Serikat, Uni Eropa (Perancis dan Belgia), Korea Selatan, Hongkong, Vietnam, Singapura, serta China.

Berdasarkan data DKP, komoditas ekspor unggulan Jabar masih didominasi layur beku sebanyak 3,17 juta ton, cumi beku (2,209 juta ton), dan kurisi beku (1,507 juta ton). Sementara dari sisi nominal, tiga produk yang menyumbang nilai ekspor terbanyak adalah rajungan kaleng senilai Rp 103,89 miliar, layur beku (Rp 36,9 miliar), dan udang beku/breaded (Rp 25,3 miliar).

Komoditas baru

Selain komoditas langganan ekspor, beberapa produk baru mulai dipasarkan ke luar negeri, seperti labi-labi hidup, belut hidup, dan paha kodok. “Banyak negara mulai berminat dengan komoditas kodok. Sebagian besar bahkan disajikan di restoran atau hotel berbintang,” ujar Bennie Sudaryanta, Kepala Seksi Standardisasi Bidang Pengembangan Usaha DKP Jabar.

Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Jabar Maman A Supriadi menuturkan, peningkatan volume dan nilai ekspor komoditas ikan pada 2009 dipicu membaiknya pasar luar negeri. Hal ini juga berkaitan dengan pemulihan daya beli masyarakat, terutama di negara-negara tujuan ekspor, misalnya AS, Uni Eropa, dan Jepang.

“Beberapa eksportir juga mulai menjajaki pasar baru, di antaranya Hongkong, Taiwan, dan Timur Tengah. Pasarnya cukup potensial. Salah satu komoditas yang diminta seperti lele dalam kemasan fillet (tanpa tulang),” ujarnya.

Harga pasar luar negeri yang lebih baik dibandingkan dengan pasar lokal juga mendorong nelayan memilih menjual hasil laut kepada eksportir. Sementara dari sisi produksi ikan tangkap, volumenya tidak meningkat. Bahkan nelayan berhenti melaut pada November 2008 hingga Februari 2009 akibat cuaca buruk. Cuaca kembali mendukung pada Maret-Oktober. Maman memperkirakan ekspor ikan akan semakin membaik karena minat nelayan untuk melaut semakin tinggi setelah peraturan daerah tentang retribusi hasil laut dicabut. (GRE)

Sumber: Kompas


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: