Posted by: Harnoto (admin) | April 12, 2010

Ekspor Ikan ke China

China merupakan negara tujuan utama ekspor ikan laut dan hasil olahannya dari wilayah Cirebon Jawa Barat sehingga saat negara tirai bambu ini mengeluarkan larangan (embargo) ekspor produk ikan nasional maka eksportir ikan di wilayah ini limbung.

Data dari Balai Pemeriksaan Mutu Hasil Perikanan (BPMHP) Jabar yang berlokasi di Kota Cirebon menunjukan sebelum larangan ekspor tersebut dikeluarkan paling kecil Jawa Barat bisa mengekspor ikan laut dan hasil olahannya sebanyak 377 ton. Namun sejak larangan diberlakukan pada bulan Agustus 2007 lalu ekspor ikan langsung anjlok menjadi hanya sekitar 300 ton saja pada bulan tersebut.

Pelarangan impor atas semua makanan laut atau seafood dari Indonesia berlangsung sejak Agustus 2007 lalu. China menuding makanan laut Indonesia mengandung toksin, patogen, dan bahan kimia berbahaya.

Kini setelah selama tujuh bulan eksportir Jabar menghentikan ekspor ke China atau mengalihkannya ke negara lain seperti Jepang dan Taiwan, China kembali membuka kran ekspor ikan laut nasional.

Pencabutan itu dilakukan setelah hasil inspeksi pemerintah China ke Indonesia menunjukkan bahwa sistem jaminan mutu produk makanan laut Indonesia memadai.

Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) Martani Husein mengatakan keputusan untuk mencabut larangan impor produk makanan laut Indonesia dikeluarkan setelah tim badan pengawasaan dan supervise mutu (AQSIQ) dari China melakukan kunjungan ke pabrik, tambak, dan laboratorium di Indonesia awal tahun 2008. Berdasarkan hasil inspeksi tersebut, pemerintah China mengakui bahwa sistem jaminan mutu yang diterapkan Indonesia memadai.

Ekspor ikan dari Jabar sendiri mencapai lebih dari 6000 ton dengan nilai sekitar USD20 juta hingga akhir 2007. Eksportir ikan tersebut berasal dari Cirebon, Pangandaran, Pelabuhan ratu dan Bekasi.

Selama Bulan Januari 2008 total ekspor ikan dari Jabar mencapai 312.940 kg dengan nilai US$ 1.196.982. Sementara itu pada periode yang sama tahun lalu volume ekspor ikan dari Jabar mencapai 828.068 kg dengan nilai US$1.850.538. Sangat jauh bedanya.

Teman di sebuah perusahaan ekspor ikan menyatakan harapan besar perusahaannya bisa kembali menembus ekspor ikan ke China setelah sempat terkena embargo. Selama embargo berlangsung perusahaan ini mengalihkan ekspor ikannya ke Jepang dan Korea. Perusaan ini setiap bulan rata-rata bisa mengekspor ikan laut sebanyak 10 ton.

Berarti sebenarnya ikan laut masih diterima di luar negeri, namun entah kenapa dengan China?

Tapi apalah alasannya pembeli adalah raja sehingga apapun permintaannya harus dipenuhi. Perusahan eksportir ikan laut harus memenuhi semua permintaan persyaratan dari China. Tetapi seharusnya bukan hanya terhadap China kita lebih berhati-hati sebab negara lain akan senang jika kita melaksanakan kulitas kontrol maksimal.

Kini tinggal dinas terkait bisa membantu para eskportir ikan dan olahan ikan laut ini agar mutunya tetap bisa terjaga dengan memberikan bimbingan perbaikan perlindungan manajemen dan mutu hasil perikanan secara terpadu.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: