Posted by: Harnoto (admin) | April 2, 2010

Budidaya Bandeng Dilirik Infestor

Anda ingin tahu berita tentang budidaya bandeng hubungi 08176667892/081383650665. dan segera kunjungi atau  baca Artikel ini

Budidaya ikan bandeng kembali menggeliat. Para investor lokal pun ramai-ramai menggarap budi-dayanya. Pasalnya, sampai saat ini jumlah produksi bandeng belum mampu memenuhi kebutuhan pasar Jakarta. Belum lagi, permintaan untuk pasar ekspor yang tidak sangat besar jumlahnya.

KALANGAN investor dari dalam negeri kembali tertarik membudidayakan ikan bandeng di pesisir Jawa, terutama wilayah Utara Jawa. Budidaya bandeng menjadi pilihan karena produk ikan yang satu ini tidak memerlukan perawatan khusus sebagaimana budidaya udang.

Selain itu, potensi ekonomi budidaya bandeng cukup tinggi. “Saat ini permintaan pasarnya cukup besar, apalagi ada potensi ekspor,” kata Kepala Balai Pelayanan Usaha (BLU) Tambak Pandu Karawang Made Suita di Karawang, Sabtu (13/3).

Made menambahkan, selain ke Singapura, saat ini terbuka kemungkinan ekspor bandeng ke kawasan Timur Tengah. “Seperti ke Arab Saudi,” katanya Sayang, infrastruktur pengolahan bandeng untuk ekspor di daerah Karawang masih kurang. Makanya, dalam waktu dekat Made berencana membangun cold storage berkapasitas 100 ton.

Kondisi ini membuat banyak pihak tertarik menggelutui bisnis budidaya bandeng. Salah satunya PT Sebar Cahaya Semesta. Perusahaan yang dulunya merambah usaha properti ini sudah membeli lahan seluas 500 hektare di Tanggerang Utara untuk budidaya bandeng. Di sekitar lahannya tersebut, merupakan lahan budidaya udang. “Saat ini kami sedang observasi untuk budidayanya di BLU Pandu Karawang,” kata Joko Buntar, Presiden Direktur PT Sebar Cahaya Semesta.

Joko menargetkan hasil panen bandengnya nanti akan memenuhi kebutuhan pasar Jakarta dan sekitarnya Tapi tidak tertutup kemungkinan untuk ekspor. “Jika persyaratan mencukupi, kami akan mencoba untuk ekspor ke Singapura,” imbuhnya Dia sangat optimistis mampu membidik pasar ekspor. Lantaran lokasi lahan bandengnya hanya berjarak 20 menit dari bandara Soekarno Hatta. Sebagai permulaan, Joko baru mencoba membudidayakan bandeng di 8 hektare lahannya “Selain bandeng, kanu juga mencoba membudidayakan ikan sidat,” imbuh Joko.

http://www.dkp.go.id


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: