Posted by: Harnoto (admin) | April 12, 2010

Ekspor Ikan Kembali Naik

Jual ikan Untuk Keperluan Ekspor Hubungi bp harnoto 02198572036/081383650665/08176667892. kami menerima pesanan ikan dari berbagai negara dan kami juga menyediakan ikan untuk konsumsi dalam negri info lebih lanjut kirim klik di http://ikanbandeng.com/

Volume ekspor ikan dari Jawa Barat pada 2009 mencapai 11.125 juta ton atau melonjak hampir dua kali lipat dibandingkan dengan kondisi 2008 yang hanya 5,89 juta ton. Selain dipicu pembukaan kembali ekspor ikan ke China setelah sempat diembargo sejak akhir 2007, beberapa pasar baru juga mulai digarap, seperti Timur Tengah dan Rusia.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jabar Ahmad Hadadi, Senin (22/2) di Bandung, mengatakan, pasar ekspor sepanjang tahun 2009 lebih dinamis daripada sebelumnya. “Ini juga hasil dari pelatihan serta pendampingan orientasi ekspor kepada eksportir-eksportir komoditas ikan. Sebab, untuk memenuhi kualitas ikan layak ekspor cukup sulit,” ia menjelaskan.

Dari pengiriman 11,125 juta ton komoditas laut pada 2009, nilai ekspor yang dihasilkan mencapai 23,846 juta dollar AS atau setara Rp 226,53 miliar. Jumlah itu naik 46 persen dibandingkan dengan nilai ekspor 2008 sebanyak 16,27 juta dollar AS.

Hadadi menyebutkan, pada 2007 China mengembargo impor hasil laut asal Indonesia karena produk Indonesia diduga mengandung toksin, patogen, dan bahan kimia berbahaya. Meskipun embargo dicabut sejak akhir 2008, realisasi ekspor ikan ke negara tersebut baru sungguh-sungguh membaik pada Maret 2009.

Selain itu, DKP Jabar juga membuka peluang ekspor ke negara-negara lain, terutama Timur Tengah, seperti Uni Emirat Arab, Mesir, dan Kuwait. Selama ini negara utama tujuan ekspor ikan Jabar adalah Jepang, Amerika Serikat, Uni Eropa (Perancis dan Belgia), Korea Selatan, Hongkong, Vietnam, Singapura, serta China.

Berdasarkan data DKP, komoditas ekspor unggulan Jabar masih didominasi layur beku sebanyak 3,17 juta ton, cumi beku (2,209 juta ton), dan kurisi beku (1,507 juta ton). Sementara dari sisi nominal, tiga produk yang menyumbang nilai ekspor terbanyak adalah rajungan kaleng senilai Rp 103,89 miliar, layur beku (Rp 36,9 miliar), dan udang beku/breaded (Rp 25,3 miliar).

Komoditas baru

Selain komoditas langganan ekspor, beberapa produk baru mulai dipasarkan ke luar negeri, seperti labi-labi hidup, belut hidup, dan paha kodok. “Banyak negara mulai berminat dengan komoditas kodok. Sebagian besar bahkan disajikan di restoran atau hotel berbintang,” ujar Bennie Sudaryanta, Kepala Seksi Standardisasi Bidang Pengembangan Usaha DKP Jabar.

Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Jabar Maman A Supriadi menuturkan, peningkatan volume dan nilai ekspor komoditas ikan pada 2009 dipicu membaiknya pasar luar negeri. Hal ini juga berkaitan dengan pemulihan daya beli masyarakat, terutama di negara-negara tujuan ekspor, misalnya AS, Uni Eropa, dan Jepang.

“Beberapa eksportir juga mulai menjajaki pasar baru, di antaranya Hongkong, Taiwan, dan Timur Tengah. Pasarnya cukup potensial. Salah satu komoditas yang diminta seperti lele dalam kemasan fillet (tanpa tulang),” ujarnya.

Harga pasar luar negeri yang lebih baik dibandingkan dengan pasar lokal juga mendorong nelayan memilih menjual hasil laut kepada eksportir. Sementara dari sisi produksi ikan tangkap, volumenya tidak meningkat. Bahkan nelayan berhenti melaut pada November 2008 hingga Februari 2009 akibat cuaca buruk. Cuaca kembali mendukung pada Maret-Oktober. Maman memperkirakan ekspor ikan akan semakin membaik karena minat nelayan untuk melaut semakin tinggi setelah peraturan daerah tentang retribusi hasil laut dicabut. (GRE)

Sumber: Kompas

Posted by: Harnoto (admin) | April 12, 2010

Ekspor ikan Berstandart Pangan AS

Jual ikan laut Untuk Ekspor hubungi bp harnoto 02198572036/081383650665/08176667892. kami menyediakan berbagai ikan untuk konsumsi lokal maupun untuk ekspor

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berupaya menjadikan ekspor ikan nasiona) ke AS memenuhi standar kesehatan pangan negara itu. Sejalan dengan upaya itu, KKP kini gencar menggelar kerja sama dengan AS di bidang pengolahan hasil perikanan. Utusan KKP akhir pekan ini segera berkunjung ke AS. memenuhi undangan negara adi daya itu.

“Kami akan berkunjung ke AS dan kerja sama kita bangun dalam relasi yaiiR seimbang. Pasar AS harus kita jaga, selain pasar Uni Eropa dan Jepang,” kata Sekretarisjenderal (Sekjen) KKP Syamsul Maarif di Jakarta, Kamis (25/3).

Syamsul mengatakan, negara seperti AS maupun Uni Eropa dan Jepang dikenal ketat dalam menetapkan standar kesehatan pangan. Banyak produk pangan negara berkembang yang diekspor ke negara-negara itu tidak memenuhi standar.

Akibatnya, hasil ekspor ditolak dan negara pengekspor merugi. Dengan teknologi yang canggih, negara AS melindungi warganya dari potensi mengonsumsi pangan yang tidak memenuhi standar kesehatan pangan negara itu.

Menurut Syamsul, kerja sama yang digalang dengan AS lebih khusus menyangkut teknologi pengolahan perikanan seperti sistem rantai dingin atau cold chain system. Sistem rantai dingin merupakan tata cara pengolahan yang memastikan ikan pasca-tangkap harus ditempatkan dalam suhu dingin yang tepat

Ikan hasil tangkapan laut misalnya, harus ditempatkan pada alat pendingin bersuhu minus 60 derajat Celsius. Demikian juga ketika ikan tersebut dipindahkan, suhu yang dibutuhkan ternyata berbeda.

“Suhu dingin yang dibutuhkan untuk setiap mata rantai pengolahan ternyata berbeda-beda. Ada korelasi positif antara kualitas ikan dan suhu dingin yang digunakan. Teknis pengolahan seperti ini yang akan kita adopsi ke sistem kita,” jelas Syamsul.

Dia menambahkan, kerja sama dengan AS juga mencakup tata cara pengelolaan pesisir laut, konservasi laut, serta pemberdayaan masyarakat pesisir. Program tersebut sebetulnya sudah berlangsung antara kedua negara melalui berbagai pelatihan bernama mitra bahari atau sea grant partnership.

Syamsul menambahkan, selain mengadopsi teknologi pengolahan ikan, Indonesia bersama negara AS juga segera menggelar penelitian bersama melalui inisiatif segitiga karang atau coral triangle initiatives (CTI) di perairan laut Indonesia awal Agustus 2010.

http://www.dkp.go.id

Posted by: Harnoto (admin) | April 12, 2010

Ekspor Ikan ke China

China merupakan negara tujuan utama ekspor ikan laut dan hasil olahannya dari wilayah Cirebon Jawa Barat sehingga saat negara tirai bambu ini mengeluarkan larangan (embargo) ekspor produk ikan nasional maka eksportir ikan di wilayah ini limbung.

Data dari Balai Pemeriksaan Mutu Hasil Perikanan (BPMHP) Jabar yang berlokasi di Kota Cirebon menunjukan sebelum larangan ekspor tersebut dikeluarkan paling kecil Jawa Barat bisa mengekspor ikan laut dan hasil olahannya sebanyak 377 ton. Namun sejak larangan diberlakukan pada bulan Agustus 2007 lalu ekspor ikan langsung anjlok menjadi hanya sekitar 300 ton saja pada bulan tersebut.

Pelarangan impor atas semua makanan laut atau seafood dari Indonesia berlangsung sejak Agustus 2007 lalu. China menuding makanan laut Indonesia mengandung toksin, patogen, dan bahan kimia berbahaya.

Kini setelah selama tujuh bulan eksportir Jabar menghentikan ekspor ke China atau mengalihkannya ke negara lain seperti Jepang dan Taiwan, China kembali membuka kran ekspor ikan laut nasional.

Pencabutan itu dilakukan setelah hasil inspeksi pemerintah China ke Indonesia menunjukkan bahwa sistem jaminan mutu produk makanan laut Indonesia memadai.

Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) Martani Husein mengatakan keputusan untuk mencabut larangan impor produk makanan laut Indonesia dikeluarkan setelah tim badan pengawasaan dan supervise mutu (AQSIQ) dari China melakukan kunjungan ke pabrik, tambak, dan laboratorium di Indonesia awal tahun 2008. Berdasarkan hasil inspeksi tersebut, pemerintah China mengakui bahwa sistem jaminan mutu yang diterapkan Indonesia memadai.

Ekspor ikan dari Jabar sendiri mencapai lebih dari 6000 ton dengan nilai sekitar USD20 juta hingga akhir 2007. Eksportir ikan tersebut berasal dari Cirebon, Pangandaran, Pelabuhan ratu dan Bekasi.

Selama Bulan Januari 2008 total ekspor ikan dari Jabar mencapai 312.940 kg dengan nilai US$ 1.196.982. Sementara itu pada periode yang sama tahun lalu volume ekspor ikan dari Jabar mencapai 828.068 kg dengan nilai US$1.850.538. Sangat jauh bedanya.

Teman di sebuah perusahaan ekspor ikan menyatakan harapan besar perusahaannya bisa kembali menembus ekspor ikan ke China setelah sempat terkena embargo. Selama embargo berlangsung perusahaan ini mengalihkan ekspor ikannya ke Jepang dan Korea. Perusaan ini setiap bulan rata-rata bisa mengekspor ikan laut sebanyak 10 ton.

Berarti sebenarnya ikan laut masih diterima di luar negeri, namun entah kenapa dengan China?

Tapi apalah alasannya pembeli adalah raja sehingga apapun permintaannya harus dipenuhi. Perusahan eksportir ikan laut harus memenuhi semua permintaan persyaratan dari China. Tetapi seharusnya bukan hanya terhadap China kita lebih berhati-hati sebab negara lain akan senang jika kita melaksanakan kulitas kontrol maksimal.

Kini tinggal dinas terkait bisa membantu para eskportir ikan dan olahan ikan laut ini agar mutunya tetap bisa terjaga dengan memberikan bimbingan perbaikan perlindungan manajemen dan mutu hasil perikanan secara terpadu.

Posted by: Harnoto (admin) | April 12, 2010

Produk Ikan ikuti SNI

Jual ikan yang sudah berstandart SNI hubungi bp harnoto 02189572036/081383650665/08176667892. kami menyediakan ikan bandeng dan aneka ikan lainnya baik ikan laut maupun ikan tawar

Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) menetapkan 81 produk perikanan wajib mengikuti tata cara prosedur penentuan Standar Nasional Indonesia (SNI). Kebijakan yang tertuang dalam Kepmen No 61/2009 ini sudah berlaku mulai awal September 2009 lalu.

”Standar ini untuk meningkatkan mutu produk ikan Indonesia di pasar ekspor,” jelas Nazori Djazuli, Direktur Standardisasi dan Akreditasi, Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP), kemarin (12/11). SNI wajib ini juga diterapkan dan berlaku untuk berbagai produk perikanan dari luar negeri yang masuk ke Indonesia.

Berbagai standar yang diatur dalam SNI ini diantaranya meliputi peralatan penangkap ikan, seperti kapal penangkap, kapal pengangkut, freezer, dan es untuk menyimpan ikan. Berikutnya adalah standar proses pengolahan ikan, seperti cara pemotongan ikan, pembekuan ikan, pendaratan ikan, cara kerja karyawan, dan manajemen keamanan pangan. ”Tata cara dan pengujian dari mikrobiologi juga termasuk wajib SNI,” jelas Nazori.

Ke-81 produk perikanan yang wajib SNI ini antara lain : fillet kakap beku, udang beku, paha kodok beku, tuna beku, lobster mentah beku, cakalang beku, dan sirip ikan cucut segar beku. Produk lainnya, skalop segar beku, daging kerang beku, fillet nila beku, ikan beku, tuna steak beku, ikan kakap utuh beku, ikan kerapu utuh beku, marlin steak beku, dan sebagainya.

Ikan asin tidak wajib SNI
Menurut Nazori, penerapan wajib SNI ini bertujuan untuk mengamankan pasar dalam negeri dari serbuan produk perikanan asing. Dus, ”Importir tak bisa membawa produk perikanan sembarangan ke Indonesia, jelasnya. Sebaliknya, para eksportir juga harus memenuhi standar SNI untuk bisa berkompetisi.

Namun, ada pula produk perikanan yang dikonsumsi massal, tapi belum wajib SNI. Diantaranya, ikan asin dan ikan yang dikeringkan.

Salah satu penyebabnya, sebagian pengolahan ikan asin di Indonesia masih dilakukan secara tradisional. Selain itu, ”Ikan asin belum wajib SNI karena bisa mengancam industri kecil,” tutur Nazori. Maklum, ikan asin memang banyak diproduksi usaha kecil.

Ketua harian Asosiasi Industri Pengalengan Ikan (APIKI), Adi Surya, menyebutkan, wajib SNI merupakan salah satu cara meningkatkan daya saing industri dalam negeri. Khususnya untuk produk yang berorientasi ekspor. Ady pun berharap, pemerintah benar-benar melakukan implementasi SNI ini. Tak hanya skedar teori. ”Kami sangat menyambut baik wajib SNI tersebut,” ujarnya.

Oleh : Asnil Bambani Amri

Posted by: Harnoto (admin) | April 4, 2010

Kandungan Gizi Ikan Bandeng

Bandung dalam bahasa Latin disebut Chanos chaos atau milk fish (bahasa inggris). Konon ikan ini merupakan satu-satunya spesies yang masih ada dalam familia Chanidae (kurang lebih tujuh spesies punah dalam lima genus tambahan dilaporkan pernah ada).

Kandungan Gizi

Komposisi gizi per 100 gram daging bandung adalah inergi 129 kkal, protein 20 g. lemak 4,8 g. kalsium 20 mg. fosfor 150 mg besi 2 mg. vitamin A150 SI, dan vitamin B1 0,05 mg. Protein bandeng cukup tinggi. Kondisi ini menjadikan bandeng sangat mudah dicerna dan baik dinonsumsi oleh semua usia untuk mencukupi kebutuhan protein tubuh, menjaga dan memelihara kesehatan serta mencegah penyakit akibat kekurangan zat gizi mikro.

bandeng juga mengandung asam lemak omega-3. Asam lemak ini bermanfaat mencegah terjdinya penggumpalan keping-keping darah sehingga mengurangi resiko terkena arteriosklerosis dan mencegah jantung koroner. Asam lemak ini juga bersifat hipokolesterolemik yang dapat menurunkan kadar kolesterol darah. Mampu meningkatkan daya tahan tubuh serta berperan dalam pertumbuhan otak pada janin serta pendewasaan sister sarag.

Ikan-ikanan termasuk bandeng ini rendah kolesterol Lemak jenuh merupakan salah satu pemicu tersumbatnya pembuluh darah penyebab penyakit jantung koroner. Dengan rajin mengkonsumsi ikan merupkan salat satu cara diet tepat sebagai penagkal penyakit janutng koroner. Seperti bangsa Eskimo yang makan ikan 300-400 g/hari ditemukan masyarakatnya rendah kasus penyakit jantung.

Sebagai bahan pangan, ikan merupakan sumber protein, lemak, vitamin, dan mineral yang sangat baik dan prospektif. Keunggulan utama protein ikan dibandingkan dengan produk lainya adlah kelengkapan komposisi asam amino dan kemudahannya untuk dicerna. Ikan juga mengandung asam lemak , terutama Omega-3, yang sangat penting artinya bagi kesehatan dan perkembangan otak bayi untuk potensi kecerdasannya. Demikian besar peranan gizinya bagi kesehatan, ikan merupakan pilihan yang tepat untuk diet di masa yang akan deatang.

Selamat menyantap ikan bandeng

semoga bermanfaat




Posted by: Harnoto (admin) | April 4, 2010

Bandeng Cabut Duri

Anda mencari ikan bandeng cabut duri hubungi Bpk.Harnoto 081383650665/o2198572036/08176667892 Kami menyediakan bandeng cabut duir untuk distribusi ke berbagai daerah baik dalam negri maupun luar negri seperti Jepang,Belanda, Afrika, Serta timur tengah. Untuk daerah jakarta pemesanan minimal 5 kg. Pembayaran bandeng cabut duri ini bisa di transfer Via Bank atau datang langsung ke tempat kami. Anda ingin tahu proses pembuatan Bandeng cabut duri lihat disini.

Pembuatan Bandeng Tanpa Duri

pengolahan-bandeng-tanpa-duriDaging bandeng sangat lezat. Namun, saat disantap jadi merepotkan karena durinya. Selama ini, untuk menikmati bandeng tanpa terganggu duri dengan cara dipresto. Kini ada produk bandeng tanpa duri dan tanpa dipresto. Untuk menghilangkan duri bandeng yang begitu banyak dan terpencar letaknya, ternyata cara satu-satunya adalah dicabuti satu per satu.

Produk ini memiliki prospek yang bagus. Pesanan terus mengalir untuk menyuplai supermarket di Jakarta dan sekitarnya bahkan diekspor ke Amerika Serikat. Bandeng tanpa duri yang pertama kali di Semarang bahkan mungkin di Indonesia.

Produk semacam ini sudah sangat terkenal di luar negeri utamanya Eropa dan Amerika serikat. Kebanyakan negara tersebut mengimpor dari Philipina dan Thailand. Salah seorang pelopor usaha ini adalah Mulyono yang berasal dari semarang Jawa Tengah. Beliau mengawali bisnisnya berdasarkan info dari saudaranya yang tinggal di luar negeri.

Pengolahan bandeng tanpa duri merupakan salah satu proses pengolahan diversifikasi produk perikanan, terutama produk perikanan dari bahan baku ikan bendeng. Adapun cara Pengolahannya cukup sederhana.

Jika bandeng mempunyai cita rasa yang spesifik dan banyak digemari oleh masyarakat banyak namun dibalik prospek tersebut ikan bandeng mempunyai kelemahan yaitu terdapatnya duri-duri yang banyak yang tersebar diseluruh bagian daging.

Untuk mengantisipasi dari kendala-kendala diatas maka prosespengolahan bandeng tanpa duri merupakan altematif yang sangat tepat. Berikut cara pengolahan bandeng tanpa duri :

I. Bahan
Ikan bandeng segar
Air, Es
Kantong Plastik
Talenan
Pisau
Pinset
Bak pencucian
Alat pembuang sisik
Wadah plastik
Timbangan

II. Cara Pengolahan

A. Pembuangan Sisik
· Apabila pengolahan Bandeng tanpa duri ini untuk kepertingan pengolahan lanjutan yang masih memerlukan adanya sisik, maka pembuangan sisik tidak dilakukan.

· Apabila dalam pengolahan lanjutan tidak diperlukan adanya sisik maka cara pembuangan sisik dengan dikerok dari pangkal ekomya menuju ke bagian kepala dengan alat pisau atau pembuang sisik (khusus).

B. Pembelahan (Fillet)

Teknik pembelahan dengan cara menyayat bagian punggung ikan dengan menggunakan alat pisau. Penyayatan dimulai dari bagian ekor sampai dengan membelah kepala dan selanjutnya pembuangan isi perut
serta insang.

C. Pencucian

Ikan yang telah difillet dicuci bersih dengan menggunakan air bersih untuk menghilangkan sisa darah, lemak maupun kotoran yang masih menempel.

D. Pembuangan Duri
· Buang tulang punggung dengan menggunakan pisau dari bagian ekor
hingga bagian kepala.

· Cabut tulang-tulang dari permukaan dinding perut, pada bagian
perut terdapat 16 pasang tulang besar.

· Buat irisan memanjang pada guratan daging punggung bagian
tengah dan bagian perut dengan menggunakan ujung pisau. Irisandilakukan dengan hati-hati agar duri-duri tidak terputus,selanjutnyapencabutan duri dilakukan dengan cara memasukkan ujung pinset pada bagian irisan tersebut, kemudian dilakukan pencabutan satu persatu,pada bagian punggung terdapat 42 pasang duri bercabang yang berada di dalam daging dekat kulit luar. Sepanjang lateral line terdapat 12 pasang duri cabang, sedangkan di bagian perut terdapat 12 pasang duri.

· Rendemen ikan bandeng yang telah dibuang durinya sebesar 70-80%.

III. Pengemasan

Agar mempunyai daya awet yang lebih lama maka ikan bandeng segera mungkin didinginkan dengan menyimpan ke dalam wadah dan diberi es. Untuk menjaga agar ikan tidak berkontak langsung dengan es maka ikan dimasukkan ke dalam kantong plastik yang ditutup dengan sealer.

Sebagian Tulisan diatas diambil dari : Kegiatan Peningkatan Sistem Jaringan Usaha dan Investasi dan Gelar Produk Hasil Perikanan Jawa Tengah Hak Cipta 2003, Departemen Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.

Posted by: Harnoto (admin) | April 4, 2010

Ikan Bandeng Cabut Duri

Jual ikan bandeng cabut duri Dari ke pulauan seribu hubungi bp harnoto 02198572036/081383650665. di jamin tidak berbau lumpur karna asli dari ke pulauan seribu

Komentar Orang Yang telah merasakan ikan bandeng cabut duri

Saat saya beberapa saat keliling di area Pameran Flora dan fauna sampailah pada stan dari Kepulauan Seribu yang mempromosikan wisata bahari di Kepulauan Seribu, Jakarta. Saya tertarik untuk mengunjungi stan tersebut untuk bertanya tentang transportasi ke pulau-pulau yang ada di Kepulauan Seribu.

Stan tersebut juga menjual ikan bandeng laut (bukan ikan bandeng seperti di pasar tradisional yang berasal dari tambak) Saya tertarik sekali karena memang saya suka sekali dengan ikan bandeng dan juga ikan bandeng yang dijual adalah bandeng dari laut lepas. Harga per ekor Rp ….. dengan berat l.k 350 gr, namun apabila kita membeli 3 ekor (lebih kurang 1 kg) akan diberi harga khusus yaitu Rp ….. Saya pun akhirnya memutuskan untuk membeli tiga ekor karena saya yakin ikannya sangat segar dan yang jelas sudah tidak ada durinya (boneless fish)

Selain ikan bandeng cabut duri tadi saya pun sempat mampir ke salah satu toko yang menjual aneka sayur organik dan di stan tersebut menjual telur asin yang dalamnya berwarna merah. Penjualnya mengatakan hal itu karena makanan yang diberikan pada bebeknya adalah makanan alami seperti ikan, udang, jagung, sayuran, beras menir, dan dedak. Saya pun tertarik dan mencoba membeli satu bungkus (isi 6 butir). Saya hanya membeli satu bungkus karena setiap pembeli hanya boleh membeli satu bungkus karena jumlah terbatas.

Update: Baru saja saya coba goreng satu ekor ikan bandengnya dan rasanya sangat enak, jelas terlihat bahwa ikannya sangat segar dan benar-benar bebas duri, luar biasa teknik yang digunakan untuk cabut durinya. Saya sangat merekomendasikan buat pencinta ikan bandeng terutama yang bisa memasak dengan aneka bumbu.
Bagi yang ingin mencoba, bisa membelinya di sini atau call saja di sini
By: Budy Snake

Posted by: Harnoto (admin) | April 3, 2010

Bandeng Cabut duri

Jual ikan bandeng cabut duri hubungi bp harnoto 02198572036/081383650665/08176667892.

Kami menjual ikan bandeng cabut duri dalam kuota besar yang siap melayani anda sekalian baik untuk konsumsi rumah tangga maupun untu restourant dan bisa buka Agen penjualan ikan bandeng cabut duri kami,

Adapun Cara Membuatnya yang manual  sebagi berikut:

  1. Siapkan bandeng segar dengan ukuran tertentu.
  2. Siangi/bersihkan sisik hingga bersih, dapat dengan alat (sikat sisik) atau pisau.
  3. Cuci bersih dari sisa-sisa sisik.
  4. Letakkan diatas talenan, kemudian difillet (dibelah mulai dari arah ekor hingga kepala terbelah).
  5. Ambil insang dan isi perutnya.
  6. Ambil tulang punggung.
  7. Amati empat lajur duri yang akan dicabut: duri perut, duri samping perut, duri halus dan duri bagian sirip.
  8. Pegang ikan dengan tangan kiri dan tangan kanan memegang pinset. Pinset diarahkan pada ujung duri lalu dicabut mulai dari ekor hingga perut dekat kepala.
  9. Cabut duri bagian lajur atas perut, caranya pada saat mencabut jempol dan telunjuk harus memegang duri pada saat dicabut agar mudah dan daging tidak terambil, perlu diingat duri pada bagian ekor akan lebih sulit dicabut.
  10. Selanjutnya adalah mencabut duri pada bagian paling atas yaitu dekat sirip punggung, caranya sama dengan duri samping perut, jempol dan telunjuk tangan kiri setiap mencabut duri harus memegang duri dan menekan daging saat duri dicabut,agar dagingnya tidak ikut tecabut.
  11. Setelah selesai pencabutan  separuh bagian ikan, berikutnya separuh bagian lagi dilakukan dengan cara yang sama.
  12. Pencabutan ikan selesai, kemudian ikan dirapihkan kembali dengan sisi-sisi pisau.
  13. Tutup kembali bandeng, siap untuk dikemas.
  14. Kemas dalam kantong plastik dan simpan dalam frezzer.
Posted by: Harnoto (admin) | April 3, 2010

Jual Ikan Bandeng di Jakarta

Anda ingin mencari ikan bandeng ?? kami jual ikan bandeng di Jakarta call 02198572036/081383650665/08176667892

Apabila bapak atau ibu ingin membeli ikan bandeng kami siap melayani baik dalam jumlah besar maupun jumlah kecil, baik di jakarta maupun di manca negara kami siap mengantar anda cukup Call atau SMS saja Atau kirim E-mail ke : harnoto@ikanbandeng.com/ahmadharnoto@gmail.com

Posted by: Harnoto (admin) | April 3, 2010

Cara Membuat Sate Bandeng

Anda ingin sate bandeng dan ingin tahu cara membuat sate bandeng hubungi bp harnoto 02198572036/081383650665/08176667892.

Ukuran porsi: 4 orang

Bahan-bahan
1 ekor ikan bandeng
1 butir telur, kocok
1/4 butir kelapa, parut, sangrai, tumbuk kasar
125 cc santan
1 sendok teh garam
3 buah cabai merah
2 sendok teh ketumbar, sangrai
1/2 sendok teh jinten, sangrai
1 cm jahe, cincang
2 cm lengkuas, cincang
1 cm kunyit, cincang
5 siung bawang merah
5 siung bawang putih
1 sendok teh asam
1 sendok teh gula pasir
Cara membuat
Siapkan ikan bandeng, keringkan dengan lap, lalu pukul pelan-pelan seluruh badan ikan sampai lunak, keluarkan daging dan tulangnya lewat belahan perut/insang, sisihkan kulitnya.

Sangrai daging ikan bandeng dalam wajan sampai berubah warna, angkat, lalu buang semua duri, haluskan dagingnya, sisihkan.

Haluskan cabai merah, ketumbar, jinten, jahe, lengkuas, kunyit, bawang merah, bawang putih, asam, 1/2 resep garam, dan gula.

Tumis bumbu yang telah dihaluskan sampai harum, dinginkan, lalu campur dengan daging ikan tadi, kelapa tumbuk, dan telur, aduk sampai rata.

Masukkan adonan daging ikan ke dalam kulitnya, jepit dengan 2 bilah bambu, ikat kedua ujungnya, lalu bungkus bagian yang terisi daging dengan selembar daun pisang.

Panggang di atas bara api/di dalam oven (180 derajat Celsius) sampai ikan menjadi kaku.

Buka bungkusan daunnya, teruskan memanggang sambil diolesi campuran santan dan 1/2 resep garam, panggang hingga kering.

Older Posts »

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.